Pages

Selasa, 18 Desember 2012

Administrasi User

0 komentar

Waktu kita membuat database, secara otomatis Oracle membuat user sys dan system. User sys bisa melakukan apa saja, oleh karenanya disebut sebagai super user. User system digunakan untuk administrasi database sehari-hari, misalnya membuat user, tablespace, dan lain-lain. Kalau user sys bisa melakukan semuanya, kenapa mesti ada user system? Ya tentu saja, pertimbangannya adalah masalah security. Oke, mari kita mulai membahas administrasi user di database Oracle.
Create (membuat) user
Perintah membuat user yang paling sederhana adalah (contoh, saya akan membuat user dengan namaAsek dan passwordnya 1050902):
SQL> conn system
SQL> create user asek identified by 10509302;
Karena tidak di-specify, maka atribut-atribut yang lainnya memakai nilai default. Untuk melihatnya lihat di view dba_users
SQL> select * from dba_users where username='asek';
Ini hasilnya:
USERNAME: asek
ACCOUNT_STATUS : OPEN
EXPIRY_DATE :
DEFAULT_TABLESPACE : USERS
TEMPORARY_TABLESPACE : TEMP
PROFILE : DEFAULT
INITIAL_RSRC_CONSUMER_GROUP : DEFAULT_CONSUMER_GROUP
Berikut ini contoh membuat user dengan men-specify default tablespace, quota pemakaian di tablespace, dan temporary tablespace (ini contoh yang paling sering digunakan):

SQL> CREATE USER asek
IDENTIFIED BY 10509302
DEFAULT TABLESPACE users
QUOTA unlimited ON users
QUOTA 500K ON data_ts
TEMPORARY TABLESPACE temp;

Alter (mengubah) user
Semua atribut user bisa diubah (alter) kecuali username itu sendiri. Secara umum perintah alter sama dengan create, hanya mengganti kata create menjadi alter. Contoh:
SQL> alter user asek identified by 101010;
Grant User
Setelah user dibuat, user tersebut tidak bisa melakukan koneksi sebelum diberi grant (hak) untuk connect ke database.
SQL> conn asek/101010
ERROR:
ORA-01045: user asek lacks CREATE SESSION privilege; logon denied
Berikut ini perintah untuk memberi grant ke user agar bisa connect ke database
SQL> conn system;
SQL> grant connect to asek;
Setelah itu, dengan user asek tersebut, mari kita coba membuat table.
SQL> conn yusak/101010
SQL> create table tab_test (no number);
ERROR at line 1:
ORA-01031: insufficient privileges
OO… ternyata user yusak belum punya priviledges untuk membuat table. Coba beri privilege ke user rohmad agar bisa membuat tabel.
SQL> conn system;
SQL> grant create table to asek;
Sekarang buat table
SQL> conn asek/101010
SQL> create table tab_test (no number);
ERROR at line 1:
ORA-01950: no privileges on tablespace 'USERS'
OO… ternyata error. Walaupun default tablespace untuk user asek adalah tablespace USERS, ternyata asek masih belum bisa membuat table (menulis) di tablespace USERS. Beri quota ke user ASEK, bisa unlimited ataupun di-specify besarannya. Contoh, beri quota unlimited:
SQL> conn system;
SQL> alter user asek quota unlimited on USERS;
Coba lagi, dan berhasil …
SQL> conn asek/101010
SQL> create table tab_test (no number);
Table created.
Agar bisa membuat index, user asek harus diberi grant. Demikian juga untuk bisa membuat view. Wow… dapat anda bayangkan, berapa banyak privilege yang mesti gita beri (grant)? Untuk mengatasi itu, Oracle membuat role. Role berisi beberapa (banyak) privilege. Contoh, role RESOURCE berisi grant untuk membuat table, membuat index, quota unlimited di default tablespace, dan lain-lain.
Berikut ini perintah untuk memberi hak (grant) role RESOURCE ke user ASEK
SQL> conn system
SQL> grant RESOURCE to asek;
Umumnya, cukup dengan memberi grant CONNECT dan RESOURCE ke user yang baru dibuat, user tersebut sudah bisa melakukan banyak pekerjaan.
SQL> create user asek identified by 10509302;
SQL> grant connect to asek;
SQL> grant RESOURCE to asek;
Menghapus User
SQL> drop user asek;
Kalau user tersebut mempunyai object (misalnya tabel), maka akan muncul error berikut
ORA-01922: CASCADE must be specified to drop 'asek'
Kalau begitu, tambahkan parameter CASCADE untuk sekaligus menghapus semua object yang dimiliki user tersebut
SQL> drop user asek CASCADE;


untuk menambah data pada tabel yang ada pada user lain dengan cara

insert into nama_user.nama_tabel values ('record'....,);
Read full post »

Senin, 05 November 2012

Program Run length Encoding (RLE ) C++

0 komentar

#include
#include
#include
main()
{
int i,j,cnt,l,count[50]={0};
char str[50];
clrscr();
printf("masukkan string: ");
scanf("%s",str);
printf("\n\tStirng Asli: %s",str);
printf("\n\n\tSting hasil RLE is: ");
l = strlen(str);
for(i=0;i< l;i*=1)
{
j = 0;
count[i] = 1;
do
{
j++;
if(str[i+j] == str[i])
count[i]++;
}while(str[i+j]==str[i]);
if(count[i]==1)
printf("%c",str[i++]);
else
{
printf("%d%c",count[i],str[i]);
i += count[i];
}
}
getch();
}





ini source code hanya bisa mengkompres sting yang kita input kan.
Read full post »

Pengetahuan tentang Run Lenght Encoding

0 komentar

Run Lenght Encoding (RLE) adalah algoritma kompresi data yang paling mendasar. Tidak diketahui secara pasti  kapan  algoritma kompresi ini pertama kali ditemukan (Campos,1999). Algoritma Run Length Encoding termasuk ke dalalm type kompresi Lossless. Ide dasar algoritma ini adalah dengan mereduksi string-string yang berulang, disebut  run, kemudian akan disimbolkan menjadi 2 byte.Penjelasan dari 2 byte hasil reduksi  tersebut adalah sebagai berikut. Byte yang pertama merepresentasi jumlah string  yang berulang, disebut dengan run count. Run count ini bernilai antara 1 sampai 127 atau 1 sampai 255, tergantung pada jumlah yang memory disediakan , 128 ataukah 256. Byte kedua adalah  ‘karakter’ dari run itu sendiri, byte yang kedua ini disebut dengan run value dengan rentan nilai 0 samapai 255.
Cara kerja algoritma ini dapat di contohkan sebagai berikut , misal kita mempunyai  string berupa “AAAAAAAAAAAAAAAAAA”. Setelah dimampatkan string tersebut akan direpresentasikan menjadi “15A”. Kode “15A” disebut  dengan paket RLE.  Angka  “15” merepresentasikan banyaknya karakter yang berulang. Sedangkan   “A” adalah nilai dari String.Paket RLE akan dibuat setiap kali karakter dari string berubah atau ketika  banyaknya karakter yang berulang melebihi kapasitas maksimum penyimpanan. MIsalkan ada : ”AAAAAAbbXXXXt”. Setelah dimampatkan  akan disimbolkan menjadi “6A3b4X1t”.
Algoritma RLE ini menjadi tidak efektif ketika string input mempunyai karakter yang sangat  bervariasi. Misalkan string “Xtmprsqzntwlfb”. Setelah dilakukan pemampatan nilai maka hasil yang didapatkan adalah “1X1t1m1p1r1s1q1z1n1t1w1l1f1b”. dengan sususnan string seperti ini, diperoleh dari pengkodean bukan merupakan bentuk yang lebih mampat, tapi sebaliknya hasil pengkodean menjadi lebih panjang dari string asli.
          Semakin bervariasi string yang kita temui makan rasio pemampatan algoritma RLE akan menjadi semakin buruk. Algoritma Run-length encoding biasa digunakan pada kompresi image. Karena dalam file image variasiasi perubahan karakternya relatif  lebih kecil sehingga bias menghasilkan rasio kompresi yang lebih baik, Walaupun algoritma ini mempunyai waktu pemempatan yang relatif lebih singkat dari pada alagiritma kompresi yang lain, tapi mempunya kekurangan yang  lain yaitu rasio pemampatannya tergantung terhadap urutan karakter dari string yang ditemiu.

 Alur kerja algoritma RLE ditunnjukan pada gambar di bawah ini



Read full post »

Minggu, 04 November 2012

Manampilkan Tahun Kabisat dengan inputan dari keyboard (perl) pada linux

0 komentar

            Buat file dengan perintah
                   ~# touch tahun.pl
Isi file tersebut
          ~# pico tahun.pl
$y = '1';

do

{

        print " masukkan tahun awal : ";

        $a = ;

        print " masukkan tahun batas : ";

        $b = ;

        print "hasil";

        print"\n";

        for ( $c = $a ; $c <= $b ; $c++ )

        {

                if ( $c % 4 == 0)

                {

                        print $c;

                        print "\n";

                }

       }

print "\napakah anda ingin mengulang untuk Ya (1) untuk tidak (0) : ";

$lagi =

}

while ($lagi == "1" );
    Eksekusi program tersebut dengan perintah
            ~# perl tahun.pl

Read full post »

cara buat from login pa java

0 komentar


import javax.swing.*;

public class Form extends JFrame {
JTextField username = new JTextField(15);
JPasswordField password = new JPasswordField(15);
JTextArea comments = new JTextArea(4,15);
JButton oke = new JButton("Oke");
JButton cancel = new JButton("Cancel");


public Form() {
super("Feedback Form");
setSize(260,160);
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

JPanel pane = new JPanel();
JLabel usernameLabel = new JLabel("Username : ");
JLabel passwordLabel = new JLabel("Password : ");
JLabel commentsLabel = new JLabel("Comments : ");
comments.setLineWrap(true);
comments.setWrapStyleWord(true);
//password.setEchoChar('#');

JScrollPane scroll = new JScrollPane(comments,
ScrollPaneConstants.VERTICAL_SCROLLBAR_AS_NEEDED,
ScrollPaneConstants.HORIZONTAL_SCROLLBAR_NEVER);                                                                                                                                                                                                                                                            
pane.add(usernameLabel);
pane.add(username);
pane.add(passwordLabel);
pane.add(password);
pane.add(commentsLabel);
pane.add(comments);
pane.add(oke);
pane.add(cancel);
pane.add(scroll);
setContentPane(pane);
show();
}

   public static void main(String[] args) {
        Form input = new Form();
   }
}


Read full post »

materi kompresi data

0 komentar


Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem encoding tertentu. Menurut Ida Mengyi Pu (2006:1) kompresi data adalah ilmu atau seni merepresentasikan informasi dalam bentuk yang lebih compact. Sedangkan David Salomon (2007:2) mengatakan bahwa data kompresi adalah proses mengkonversikan sebuah input data stream (stream sumber, atau data mentah asli) menjadi data stream lainnya (bitstream hasil, atau stream yang telah terkompresi) yang berukuran lebih kecil.

Kompresi data adalah proses yang dapat mengubah sebuah aliran data masukan (sumber atau data asli) ke dalam aliran data yang lain (keluaran atau data yang dimampatkan) yang memiliki ukuran yang lebih kecil (Salomon, 2007). Kompresi data adalah (dalam bidang ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan seni) sebuah penyajian informasi ke dalam bentuk yang lebih sederhana (Pu, 2006). Dalam ilmu komputer dan teori informasi, kompresi data atau source coding adalah proses meng-encode informasi dengan menggunakan lebih sedikit bit dari suatu sumber yang belum di-encode melalui penggunaan skema pengkodean yang spesifik.

Tujuan dari kompresi data adalah untuk merepresentasikan suatu data digital dengan sesedikit mungkin bit, tetapi tetap mempertahankan kebutuhan minimum untuk membentuk kembali data aslinya. Data digital ini dapat berupa text, gambar, suara, dan kombinasi dari ketiganya, seperti video.
Contoh kompresi sederhana yang biasa kita lakukan misalnya adalah menyingkat kata-kata yang sering digunakan tapi sudah memiliki konvensi umum. Misalnya: kata “yang” dikompres menjadi kata “yg”.
Untuk membuat suatu data menjadi lebih kecil ukurannya daripada data asli, diperlukan tahapan-tahapan (algoritma) untuk mengolah data tersebut. Menurut Thomas H. Cormen (2001:2) algoritma adalah suatu prosedur komputasi yang didefinisikan secara baik, membutuhkan sebuah atau sekumpulan nilai sebagai input, dan menghasilkan sebuah atau sekumpulan nilai sebagai output. Dalam algoritma kompresi data, tidak ada algoritma yang cocok untuk semua jenis data. Hal ini disebabkan karena data yang akan dimampatkan harus dianalisis terlebih dahulu, dan berharap menemukan pola tertentu yang dapat digunakan untuk memperoleh data dalam ukuran yang lebih kecil. Karena itu, muncul banyak algoritma-algoritma kompresi data.
Defenisi Algoritma :
1. Algoritma adalah urutan langkah – langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika
2. Algoritma adalah logika, metode dan tahapan (urutan) sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan
3. Algoritma adalah urutan langkah – langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.


Kompresi Lossless

Pengertian Kompresi Lossless

Teknik untuk memperkecil ukuran data dari ukurannya semula. Atau dapat diartikan sebagai pemampatan ukuran file sehingga menempati space memori yang lebih kecil dan akan lebih cepat jika ditransmisikan.

Sedangkan kompresi losless adalah teknik kompresi yang apabila di dekompres sama dengan file semula.

Metode Kompresi Lossless

         Sebenarnya ada banyak metode lossless yang diimplementasikan. Akan tetapi, pada pembahasan kali ini hanya akan dibahaskan 3 metode. Yaitu:

Huffman Coding   à dapat digunakan untuk pengkompresian teks, citra dan video. Contoh penerapan ada pada JPEG dan MP3.  Konsep dasar dari Huffman Code ini menggunakan bantuan binary tree. Data yang kemudian mempunyai frekuensi paling besar, maka dikode dengan bit terkecil.  Data dengan frekuensi lebih sedikit dikodekan dengan jumlah bit lebih besar.
RLE Coding   à dapat digunakan pada kompresi citra dan teks. Misalnya untuk file citra dengan ekstensi BMP dan JPEG. Prinsip kerja dari teknik ini adalah menemukan data yang sama pada suatu file dan menghitungnya.
Lempel-Ziv – Welch Coding( LZW )  à  dapat pula digunakan untk mengkompresi teks dancitra atau dokumen. Prinsip kerja dari LZW ini adalah dengan menggunakan bantuan dictionary. Maksudnya adalah ketika mengkompresi suatu file, teknik ini akan menggantikan string karakter dengankode tabel dari setiap string yang masuk. Langkah pertama adalah dengan menemukan data awal yang berbeda untuk file tersebut. Misalkan data AABBABAB. Maka yang dimasukkan dalam dictionari dulu adalah A dengan diberi kode 1, dan B dengan kode 2. Selanjutnya kita melihat string yang masuk kemudian. Dari contoh di atas AABBABAB, string yang masuk AA, maka source A(s) dan next (c) adalah A. Gabungan dari kedua variabel ini akan membentuk string baru yang belum ada di dalam dictionary. Sehingga string karakter AA diberi kode 3. Begitu seterusmya.
Kelebihan Kompresi Lossless

         Kelebihannya adalah data dapat kembali seperti semula jika didekompres.

Kekurangan Kompresi Lossless

         Adapun kekurangan dari komprei lossless aalah tergantung pada masing-masing teknik yang digunakan.  Misalnya untuk RLE, maka jika karakter yang muncul berbeda-beda maka ukuran file bisa menjadi lebih besar. Kemudian pada Huffman coding, hasil kompresi bisa lebih besar karena memuat pohon biner hasil dari algoritma kompresinya.

Tools Untuk Kompresi Lossless
Read full post »

Kamis, 01 November 2012

Pembagian IP address kelas A,B,C

0 komentar

IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut….
hemmm. Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia
IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.
Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan?
Jika bisa bagaimana caranya?
Jika tidak mengapa?
Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut……Kelas A
IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar JJ. Pada bit pertama berikan angka
Ø 0 sampai dengan 127. (0-127)
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Bit Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka
Network ID = 120
HostID = 31.45.18
Ø Untuk Subnetmask =255.0.0.0
ØJadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
Kelas B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Bit Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Network ID = 150.70
HostID = 60.56
Ø Untuk Subnetmask =255.255.0.0
Ø Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
Kelas C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit Pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Bit Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
Network ID = 192.168.1
HostID = 1
Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Semoga bermanfaatya… =))

Read full post »
 

Copyright © Oelom BackBone"s Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger